
Financial Aggregator dengan Crowd Economy
September 8th, 2016M3-Idea Write Up
August 22nd, 2016[gview file=”http://mardhani.staff.ugm.ac.id/files/2016/08/minggu3-log-idea.pptx”]
M2-Idea Development
August 22nd, 2016[gview file=”http://mardhani.staff.ugm.ac.id/files/2016/08/idea-to-work.pdf”]
Tranformasi Industri melalui Digitalisasi
August 13th, 2016
Membangun potensi digital economy melalui croud economy. Secara singkat ada 3 usulan sebagai berikut:
- Crowd economy melalui development UMKM berbasis crowd resorce, crowd knowledge, dan crowd business
- Menyongsong program 1000 startup, kami memiliki framework crowd development yang telah kami kembangkan untuk mendukung sustainable start up
- Digitalisasi asset untuk kebutuhan menyelesaikan isu-isu nasiona seperti kebakaran hutan, kebakaran lahan gambut dan lainnya melalui dimensional approach untuk meingkatkan value lahan pertanian.
Materi ini disajikan pada Seminar Digitalisasi Industri yang diselenggarakan oleh HIMAKOM DIKE FMIPA UGM pada tanggal 13 Agustus 2016.
[gview file=”http://mardhani.staff.ugm.ac.id/files/2016/08/Presentasi-seminar-digitalisasi.pdf”]
Pusat Data untuk Pemerintahan (materi Kuliah IT seminggu, DIKE FMIPA UGM)
August 5th, 2016Pusat Data merupakan fasilitas yang memiliki kemampuan untuk mengatur, mengelola dan menyelenggarakan layanan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk layanan. Pusat Data memiliki infrastruktur, konektivitas, pengelolaan, manajemen dan alokasi sumber daya untuk keperluan ketersediaan layanan jangka panjang, kehandalan dan keamanan aset teknologi informasi dan komunikasi. Pusat Data lazimnya adalah terpusatnya fasilitas berupa sekumpulan komputer server, jaringan, penyimpanan data, prosedur keamanan dan pengelolaan yang didasarkan pada standar tertentu. Pusat Data yang menjadi sentral layanan teknologi informasi dan komunikasi menjasi aset vital bagi terselenggaranya layanan, baik berjalannya sebuah layanan sistem informasi, dan akses dari pihak-pihak yang berkepentingan. Pusat Data menjadi strategis karena menunjukkan eksistensi aset yang sangat berharga yaitu data dan informasi.
Link untuk materi lengkap dapat dilihat sebagai berikut:
https://drive.google.com/file/d/0Bxs6qw6NHOYUeXFONjM1em54cnc/view?usp=sharing
Data Center: Management, preservasi dan Big Data
May 2nd, 2016Perkembangan jumlah data dan media penyimpanan diperkirakan akan menyebabkan transient data (IDC, 2005). Jumlah data berkembang secara cepat dari ukuran terabyte menjadi exabyte. Sementara kapasitas penyimpanan berkembang dari gigabyte menjadi terabyte untuk ukuran normal. Organisasi menggunakan beberapa dan banyak kapasitas penyimpanan secara bersama-sama untuk mengejar transient data yang timbul. Gejala ini semakin terealisasi dengan laporan terbaru IDC yang menyebutkan per tahun 2010 perkembangan data mencapai 3 kali lipat dari perkiraan ditahun 2005 (IDC, 2010).
Data berkembang sangat pesat dipengaruhi faktor lingkungan teknologi, lingkungan ilmiah dan lingkungan bisnis (Riasetiawan, 2011). Lingkungan teknologi menciptakan bervariasinya tipe data yang dihasilkan dari aplikasi-aplikasi baru. Tipe data muncul sebagai tipe data baru dan versi baru. Lingkungan ilmiah dengan prinsip kolaborasi dan multidisiplin memberikan peluang data akan berubah baik dari sisi isi dan tipenya. Lingkungan bisnis yang mendorong kebutuhan aplikasi-aplikasi baru membawa konsekuensi data yang semakin variatif.
Data yang secara kuantitas besar, beragam dan kompleks akan membutuhkan arsitektur, teknik, algoritma dan metode analitik yang bertujuan untuk mengelola dan mengambil manfaat pengetahuan yang potensial didalamnya. Data besar ini berupa sekumpulan data dengan ukuran yang melebihi kemampuan perangkat lunak database untuk menyimpan, menangkap, menyimpan, mengelola dan menganalisisnya (The McKinsey Global Institute, 2011). Data besar ini diidentikkan dengan volume, velocity, dan variety (3V) yang berasal dari transaksi data, interaksi data dan observasi data.
Data tidak hanya diperlukan untuk keperluan saat ini, tetapi juga akan dibutuhkan untuk keperluan masa depan. Data yang dapat diakses dan digunakan di masa depan menjadi semakin penting dan valuable. Data dengan kelengkapan metadata dan tipe data sehingga bisa dikenali dan dipakai dengan aplikasi tentu memudahkan pengguna dalam penggunaannya. Data yang dapat mempertahankan kelengkapan metadata dan tipe data memberikan kepastian data dapat dipakai di masa depan ketika dibutuhkan (Riasetiawan, 2011).
Data memiliki karakteristik dapat dihasilkan dan muncul kapan saja dan dari sumber yang banyak. Setiap data dipergunakan dan kemudian disimpan dalam isi yang lebih baru memunculkan data baru. Data meskipun isinya sama karena didapatkan dari beberapa sumber yang berlainan, maka menjadi data baru bagi pengguna. Karakterik data seperti ini membutuhkan penanganan data yang memperhitungkan faktor provenance atau dari mana data berasal (Dirks, 2009).
Industri memiliki standar spesifik masing-masing. Pada industry farmasi data elektronik disimpan dan digunakan dalam durasi 50 sampai 100 tahun untuk formulasi obat (FDA 21 CFR part 11). Industri kesehatan dalam hal ini rumah sakit memiliki standar akses dan pengunaan data selama 75 tahun untuk Xray dan 30 tahun untuk laporan kesehatan karyawan menurut OSHA. Industri Keuangan memiliki aturan internasional Rules 17-a4 dari Federal Security Laws and Regulations dengan masa 6 tahun sampai dengan 72 tahun. Industri pesawat terbang memiliki aturan akses dan penggunaan data selama 30 tahun untuk setiap spesifikasi pesawat terbang. Industri energi memiliki standar 50 tahun sesuai dengan regulasi dari Schlumberger.
Data yang bersumber dari mana saja semakin dapat terjadi dengan semakin meluasnya penggunaan cloud computing. Teknologi yang memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan secara bersama baik dalam penggunaan sumber daya dan infrastruktur. Cloud memberikan peluang komputasi yang dapat digunakan dari mana saja. Cloud juga memberikan kemudahan dalam layanan secara on demand atau sesuai kebutuhan, menyebabkan produksi data yang dihasilkan dalam aktivitas komputasi semakin mudah (Riasetiawan, 2011).
Teknologi yang mengatur sumber daya komputasi seperti cluster, grid dan cloud memberikan variasi saluran data akan muncul. Cluster yang memberikan sumber daya secara terdedikasi dan berbagi memudahkan data dihasilkan dengan waktu yang lebih cepat. Grid yang mendedikasikan sumber daya yang terhubung dengan pengaturan terpusat dapat menghasilkan data yang terdistribusi. Cloud dengan sumber daya yang lebih berbagi kepada pengguna memberikan peluang data akan dihasilkan dengan mengambil keuntungan dari dua teknologi sebelumnya (Riasetiawan dan Mahmood, 2010).
Pada setiap proses akan menjalankan data mentah dan menghasilkan data baru sesuai proses yang dilewati. Perubahan terjadi dapat pada tipe data yang menyesuaikan pada aplikasi yang dpakai dalam tahap pemrosesan. Data bisa sama tetapi berbeda dalam metadatanya karena penambahan interprestasi yang dilakukan. Perubahan ini perlu dikelola untuk memastikan pengguna tidak kehilangan jalur proses data yang nantinya juga akan mempengaruhi proses interprestasi. Tetapi data tidak hanya dapat disimpan dalam konteks isi, tipe data dan metadatanya saja. Pendekatan yang lebih detail diperlukan untuk memastikan data tersebut meski melalui proses akan tetap terjaga kualitas sehingga bisa diakses dan digunakan kapan saja (Chervenak et al, 2000).
Lingkungan Cloud meskipun memiliki kemampuan untuk memberikan layanan virtualisasi yang memungkinkan sumber daya bisa dimanfaatkan secara terbuka. Layanan cloud memberikan layanan yang memudahkan pengguna dengan model on-demand. Layanan cloud memberikan kepastian layanan karena dikelola secara mandiri oleh penyedia layanan cloud, sehingga organisasi memiliki elastisitas terhadap keperluan sumber daya. Lingkungan cloud tidak single-instant bisa menangani karakteristik layanan-layanan tersebut. Lingkungan cloud membutuhkan adaptasi untuk bisa menjamin layanan cloud berjalan dengan baik. Tantangan dengan adanya big data, preservasi dan data management memerlukan karakteristik lingkungan cloud yang secara dinamis bisa menyesuaikan dengan isi/content yang berjalan diatas infrastruktur cloud itu sendiri.
Kampus “Masa depan”
May 2nd, 2016Salah satu impian masa depan saya adalah membangun dan menjalankan Kampus Masa Depan saya sendiri. Kampus yang akan saya beri nama “MARS University of Yogyakarta”. Kampus ini saya beri nama MARS sesuai dengan visi dan misinya sebagai berikut
M : Multi , kampus yang mengedepankan multi budaya, multi pendapat, dan multi pemikiran
A : Active, kampus yang aktif dan berada di garda depan kemanusiaan, sosial, dan bepegang teguh pada prinsip kebenaran
R : Resource-full, kampus yang menggunakan segenap sumber daya nya tidak untuk di eksploitasi tetapi dijalin bersama untuk memunculkan keunggulannya, dari dosen, staff, mahasiswa, dan masayarakat disekitarnya
S : Science, menjadikan ilmu sebagai titik awal pengembangan kehidupan yang lebih baik dan memiliki religiuitas yang baik.
Kampus ini saya tujukan untuk generasi-generasi muda yang ingin menjadikan dirinya agen perubahan di masyarakat melalui potensi dirinya masing-masing. Kampus ini mengajak stakeholdernya memberikan potensi terbaiknya untuk memajukan kelimuan, bangsa dan negaranya dengan sumber daya yang dimiliki.
Kampus ini juga menjadi kawah candradimuka, bagi penduduknya untuk saling bertukar pikiran, jujur dan mencari solusi dengan lebih konstruktif tanpa memihak pada kepentingan moneter, dan kepentingan”bisnis pendidikan”. Pendidikan diletakkan sebagai jangkar yang diharapkan mengarahkan mahasiswa menjadi orang-orang yang baik, peka sosial, mau “berteriak” ketika ketidakadilan hadir dan dirasakan, bisa berpihak kepada yang benar, dan menjadi problem solver bagi masalah disekitarnya. Mahasiswa yang tidak meninggalkan gelanggang ketika dihadapkan dengan masalah dan berlomba lomba menjadi pembeda.
Kampus ini akan terdiri atas 2 Fakultas Induk yaitu Fakultas Rekayasa Teknis, dan Fakultas Humaniora. Setiap mahasiswanya akan mengambil matakuliah di semua fakultas secara proporsional. Fakultas rekayasa teknis, memberikan pengetahuan bekal untuk lebih taktis dan berani berinovasi melampui batas. Fakultas Humaniora memberikan bekal pengetahuan sisi kemanusiaa, budaya, ekonomi, dan politik untuk menjadikan mahasiswa orang-orang yang peka sosial.
Karena kampus ini kawah candradimuka, setiap hari mahasiswa disibukkan dengan kegiatan kuliah yang bersifat langsung berhadapan dengan masalah riel. Menjadikan perkuliahan wadah diskusi dan mempertajam visi kemanusiaannya. Tidak ada pembodohan, tidak ada kamuflase praktikum atau simulasi, tidak ada rekayasa, mahasiswa diajarkan untuk jujur dan apa adanya. Tahu mana yang benar dan yang salah, sekaligus berani menanngung konsekuensinya.
Mahasiswa juga didorong kompetitif tidak hanya dikampus, tapi di jangkauan regional, nasional dan internasional. Mahasiswa di beri akses dan fasilitas untuk menjangkaunya, inkubasi ide, inovasi dan interpersonal di galakan sejak dini. Mahasiswa juga didorong tidak hanya juara event, tapi juara sosial dengan gerakan-gerakan sosial yang di jalankan. KKN menjadi ajang implementasi mahasiswa untuk merealisasikan ide sosial yang riel dan benar terjun ke daerah yang membutuhkan.
Tugas akhirnya lebih memfokuskan untuk menjadi project-project mandiri yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Orientasinya implementasi dahulu baru publikasi, tidak sebaliknya. Tidak menjadikan capaian peringat PTN/PTS sebagai indikator mutlaknya. Lebih dari itu ketika masyarakat di sekitar kampus menjadi lebih baik maka itu indikator rielnya.
Mahasiswa akan diminta membayar SPP dan biaya lain sewajarnya, tidak berlebih dan tidak kurang. diusahakan mahasiswa bisa membiayai dirinya sendiri, Kampus berusaha mensubsidi dengan kerjasama, project dan lainnya. Ketergantungan terhadap pemerintah hanya sebatas formal saja. Kampus yang mandiri tanpa harus terbebani dengan biaya yang menyebabkan banyak hal dikorbankan.
tenaga pengajarnya dari kalangan profesional, tokoh masyarakat, dan profesional dosen. Sistem perkulaiahan klasikal dengan tema mini semniar, lebih banyak diskusi yang menyuburkan buah pikir pesertanya. Dosen bebas mengembangkan bahan ajar tetapi dengan fokus pada misi UNiversitas. Tenaga pendukung adalah orag-orang yang ramah dan berorientasi layanan.
Impian ini bukan untuk membandingkan, atau yang lainnya. Ini murni cita-cita suatu saat saya ingin mendirikan Kampus mandiri di Yogyakarta. temen-temen yang berkebutuhan khusus akan diistimewakan, dukungan TIK akan sangat dikedepankan. Cita-cita ini seserpih demi seperpih sedang diusahakan…entah sampai kapan. Yang terpenting sudah melangkah meski baru milisecond….
Inside Technology
April 4th, 2016National Cyber Security Initiatives
March 29th, 2016Indonesia sebagai negara dengan sumber daya hamper tidak terbatas baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan informasi memiliki potensi signifikan dalam perekonomian dunia. Indonesia membutuhkan kemandirian dan berdikari dalam penguasaan sumber daya termasuk mengamankan sumber daya tersebut sebagai asset berharga. Teknologi informasi dan komunikasi sebagai enabler dan booster sebagai sarana mengelola sumber daya memiliki potensi besar dalam peningkatan kapasitas tetapi juga memunculkan resiko dalam pemanfaatannya. Indonesia sebagai nation membutuhkan strategi dan manajemen dalam pengelolaan dan pengamanan informasi baik dalam perspektif secure dan defense.
Indonesia membutuhkan model dan pola mengelola informasi dalam perspektif secure dan defense. Secure memberikan kemampuan bagi individu, organisasi atau entitas untuk secara mandiri memberikan jaminan keamanan yang dibangun secara by design. Entitas secara sengaja dan terencana mengelola sumber daya secara aman, baik dari gangguan internal maupun eksternal. Entitas by process tumbuh untuk menginisiasi dan mengembangkan model informasi yang aman secara alamiah, step by step mengikuti pola dari kajian ilmiah atau standar industry.
Defense memiliki pendekatan berbeda dalam mengelola sumber daya secara aman. Pada perspektif defense, sumber daya dikelola secara aktif dengan menginisasi model keamanan yang preventif. Mekanisme entitas untuk menganalisa dan mencegah secara aktif dalam mencegah resiko keamanan. Tujuannya adalah mencegah resiko terjadi dan resiko yang sudah ada membesar.
Proses untuk membangun, mengelola dan secara terus menerus meningkatkan kemampuan secure dan defense menjadi tanggungjawab Pemerintah, industru, dan komunitas. Pola mengelola sumber daya informasi untuk keamanan ini mengoptimalkan dan memberdayakan kontribusi masing-masing pihak dalam merangkai tata kelola security yang baik. Pemerintah memberikan kepastian hukum dalam aktivitas secure dan defense, termasuk juga membentuk entitas negara yang mengkordinasikan pola keamanan yang dibangun untuk negara. Beberapa pendekatan negara lain melakukannya melekat pada instrument pertahanan dan keanaman negara. Industri memberikan best practice dalam penyelenggaraan tata kelola security baik instrument infrastruktur, tools, dan studi kasus yang dipunyai. Komunitas termasuk didalamnya peneliti. perguruan tinggi, pemerhati keamanan dapat dikelola untuk membangun security network yang luas.
Pendekatan tata kelola dan manajemen keamanan dalam perspektif nasional adalah membangun kepedulian dan isu bersama yang diterima oleh stakeholder. Pada tahap berikutnya membangun infrastruktur dan entitas pengelola keamanan informasi. Tahap ini membangun struktur yang bisa nantinya berkembang sesuai tuntutan isu dan trend keamanan itu sendiri. Tahap ketiga adalah membangun awareness dan kampanye yang terencana akan pentingnya data, informasi dan asset. Tahap keempat adalah membangun aksi bersama untuk melakukan respon bersama terhadap perkembangan dari keamanan itu sendiri. Pada akhirnya, Indonesia akan memiliki mekanisme best practice dalam pengelolaan keamanan informasi dengan dibangunnya knowledge based/management on security.
Inisiasi untuk memiliki kepedulian, kerjasama dan acuan yang baik dan bisa diterima secara luas, maka diperlukan suatu forum/wahana untuk bertukar pikiran yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan.









